Mon, 14 Oct 2019   Tentang Media Center

Artikel Terkini

Kesenian Basisingaan Barongsai Ala Banjar

Oleh Admin, 19/06/2019

Paringin, InfoPublik - Sebagai daerah mejemuk, dari dahulu hingga sekarang berbagai seni budaya menghiasi kehidupan masyarakat Balangan. Selain tradisi Balawang Tujuh dan Jalan Liuk, ternyata ada beberapa kesenian yang digelar dalam memeriahkan pesta perkawinan di masyarakat Balangan, salah satunya iahalah kesenian Basisinggan.

Pertunjungan seni Basisingaan ini biasanya ditampilkan saat pasangan pengantin bersanding atau lebih dikenal dengan istilah Duduk Batatai yang didahulu dengan acara Pangantin Ba’arak (pasangan pengantin pria diantar ke pelaminan untuk bersanding dengan pengantin perempuan dengan cara berjalan kaki disertai rombongan) Kesenian Sisingaan ini tidak berbeda jauh dengan tradisi Barongsai pada etnis China karena sama-sama memainkan ornamen binatang berupa naga atau singga yang diiringi musik.

Kalau barongsai berupa bintang Naga maka Sisingaan merupakan Singa dengan bentuk tanpa ekor dan tubuh yang memanjang. Namun biasanya, Basisinggan ini ditampilkan beserta dengan tradisi Hantu Sandah atau Pantul sebagai pengiring ornament Singga yang dimainkan.

Menurut salah satu pelaku seni di Balangan, H Syaprani (64 tahun) mengungkapkan, kesenian Basisingaan sendiri biasanya dimainkan sekitar 12 orang, yang terdiri dari 6 orang pemain untuk memainkan Sisingaan. “Tiap ekor singa dimainkan oleh tiga orang, yaitu bagian kepala, ekor, sedangkan pemain yang ditengah bersifat sebagai pembantu dan biasa juga diiringi oleh music Gemalan,’’ ujarnya, Rabu (19/6/2019)

Dua orang pemain lainnya, kata Syarprani, bertindak sebagai badut untuk menarik perhatian pengunjung atau masyarakat dengan menggunakan topeng serta kostum menyerupai seekor monyet atau hanoma. Pemain lainnya adalah 2 orang penabuh gendang atau babun, serta seorang pemukul gong, dan seorang lagi bertindak sebagai kepala rombongan atau pimpinan Kerangka Sisingaan ini.

“Tradisi Basisinggan ini, masih bisa kita dijumpai saat ada acara hajatan atau perkawinan serta acara hiburan dan keramaian di Balangan khususnya di Kecamatan Juai dan Lampihong,’’tuturnya.

Tradisi Basisingaan sendiri, diyakini merupakan hasil akulturasi dan asimilasi dari kebudayaan etnis china dengan masyarakat sekitar, ini dilihat dari binatang Singga yang juga dianggap sakral oleh etnis China dan adanya ornament Hantu Sandah yang mewakili tradisi lokal. (MC Balangan/sugi/eyv)

Komentar